
Simak video berikut
Ø Bagaimana cara kerja neurofeedback?
Neurofeedback Therapy (NFT) didahului
dengan penilaian objektif terhadap aktivitas otak dan status psikologis. Selama
terapi, sensor Electroencephalograph (EEG) akan ditempatkan di kulit kepala.
Sensor EEG berfungsi untuk memantau gelombang otak. Sensor EEG tidak masuk ke
kulit kepala dan tidak menimbulkan rasa sakit. Jadi, sensor khusus (Elektroda)
akan dipasang di kepala atau di kulit kepala lalu dihubungkan ke perangkat
elektronik sensitif dan perangkat lunak komputer yang mendeteksi, memperkuat,
dan merekam aktivitas otak tertentu. EEG akan merekam aktivitas otak yang
dipersentasikan dengan garis gelombang.
Informasi yang dihasilkan diumpankan kembali ke
pasien yang diterapi hampir seketika dengan pemahaman konsep bahwa perubahan
dalam sinyal umpan balik menunjukkan apakah aktivitas otak pasien tersebut
berada dalam jarak yang ditentukan atau tidak.
Berdasarkan umpan balik ini, berbagai prinsip
pembelajaran, dan panduan praktisi, perubahan dalam pola otak terjadi dan
dikaitkan dengan perubahan positif dalam kondisi fisik, emosional, dan
kognitif.
Seringkali pasien tidak menyadarinya secara
sadar mekanisme yang digunakan untuk mencapai perubahan tersebut, meskipun pasien
secara rutin memperoleh “perasaan yang dirasakan” akan perubahan positif
tersebut dan seringkali mampu mengakses kondisi tersebut di luar sesi umpan
balik.
NFT tidak melibatkan pembedahan atau pengobatan
dan tidak menyakitkan atau menyakitkan. Bila diberikan oleh profesional
berlisensi dengan terapi yang sesuai, umumnya pasien terapi tidak mengalami
efek samping negatif.
Biasanya pasien yang terapi menganggap NFT
sebagai pengalaman yang menarik. Neurofeedback beroperasi pada tingkat
fungsional otak dan melampaui kebutuhan untuk mengklasifikasikan menggunakan
kategori diagnostik yang ada. Ia memodulasi aktivitas otak pada tingkat
dinamika neuronal eksitasi dan inhibisi yang mendasari efek karakteristik yang
dilaporkan.
Karena merupakan metode pengaturan diri, NFT
berbeda dari pendekatan neuromodulasi lain yang konsisten dengan penelitian
yang diterima seperti audio-visual entrainment (AVE) dan repetitive
transcranial magnetic stimulated (rTMS) yang memicu respons otak otomatis
dengan menghadirkan sinyal tertentu. NFT juga tidak didasarkan pada perubahan
yang disengaja dalam pola pernapasan seperti respiratory sinus arrhythmia (RSA)
yang dapat mengakibatkan perubahan gelombang otak. Pada tingkat neuronal, NFT
mengajarkan otak untuk memodulasi pola eksitatori dan inhibitori dari rangkaian
dan jalur neuronal tertentu berdasarkan detail penempatan sensor dan algoritma
umpan balik yang digunakan sehingga meningkatkan fleksibilitas dan pengaturan
diri dari pola relaksasi dan aktivasi.
Ø Penyakit apa yang membutuhkan
neurofeedback?Pemeriksaan neurofeedback dapat dilakukan untuk
mendiagnosis gangguan otak lain seperti epilepsi dan kejang. Selain itu, neurofeedback
therapy juga bermanfaat untuk penyakit lain seperti, ADHD (Attantion Deficit
Hyperactivity Disorder), sulit fokus, tumor otak, ensefalopati, peradangan
otak, gangguan kecemasan, gangguan belajar, disleksia, diskalkulia, adiksi atau
kecanduan, gangguan tidur, gangguan memori, pusing dan vertigo, migrain, depresi,
skizofrenia serta trauma pada otak. Neurofeedback therapy bisa dilakukan pada
seseorang dengan koma persisten untuk mengkonfirmasi kematian otak. Pemeriksaan
EEG Biofeed back berkelanjutan bisa digunakan untuk membantu menemukan tingkat
anastesi yang tepat pada seseorang yang mengalami koma.
Ø Apa
saja tahapan pemeriksaan neurofeedback therapy?
Ada beberapa proses yang dilakukan saat terapi. Pemeriksaan
neurofeedback terapi terbagi menjadi tiga tahap diantaranya sebagai berikut.
1) Tahapan Sebelum Tes
Tahap
pertama sebelum melakukan pemeriksaan EEG Biofeedback, Anda dapat memberitahu
kepada dokter perihal obat yang sedang dikonsumsi atau masalah alergi obat.
Dokter biasanya memberi tahu agar mencuci rambut sehari sebelum melakukan
terapi.
2) Tahapan Selama Tes
Tahapan
yang dilakukan selama tes berlangsung, Anda akan diminta berbaring di tempat
yang telah disediakan. Nantinya akan ada seseorang yang bertugas menempatkan
beberapa sensor di kulit kepala. Sensor ini biasa disebut elektroda yang
bertugas mengambil aktivitas dari sel-sel di dalam otak yang disebut neuron.
Aktivitas sel-sel tersebut akan dikirimkan langsung ke mesin. Hasilnya berupa
serangkaian garis yang terekam pada kertas bergerak pada layar komputer.
3) Tahapan Setelah Tes
Terakhir
tahapan setelah tes, seseorang akan bertugas untuk melepas sensor yang ada di
kepala dan membersihkan lem yang menempel. Jika tidak ada masalah dan dokter
memberikan izin Anda sudah bisa pulang maka dokter akan mengizinkan Anda untuk
pulang.
Ø Bagaimana gambaran saat sesi terapi dengan neurofeedback?

1. Ciptakan suasana hati. Praktik Tourgeman menggunakan terapi
neurofeedback untuk membantu pasien rileks dan mengelola emosi, sehingga mereka
menyiapkan ruang terapi agar senyaman dan senyaman mungkin bagi pasien.
2. Hubungkan
ke elektroda. Mirip dengan elektroensefalografi (EEG),
sesi terapi neurofeedback dimulai dengan mengenakan helm, topi, atau ikat
kepala yang telah dipasangi elektroda. Sensor ini mendeteksi sinyal listrik
yang dihasilkan oleh otak dan mengirimkannya ke komputer. Tidak ada jarum atau
obat yang digunakan.3. Berpartisipasilah
dalam aktivitas stimulus. Apa yang Anda lakukan selama sesi
bergantung pada masalah yang ingin Anda tangani. Misalnya, Anda dapat menonton
sesuatu di layar, memejamkan mata, dan mendengarkan audio atau terlibat dalam
aktivitas seperti bermain gim video. Anda dapat berbaring atau duduk di kursi.
Sementara Anda melakukan ini, penyedia layanan Anda akan memantau aktivitas
Anda dan memetakan gelombang otak Anda terhadap kondisi ideal yang ingin Anda
capai.
4. Menerima
umpan balik. Selama aktivitas, Anda akan menerima
isyarat tentang kinerja otak Anda. Tujuannya adalah untuk tetap selaras dengan
reaksi Anda sehingga Anda dapat mengarahkan otak Anda ke kondisi yang
diinginkan. Sesi biasanya berlangsung selama 60 menit. Biasanya menggunakan contoh
dimana layar berubah warna sesuai dengan emosi Anda. Jika Anda menunjukkan
emosi negatif, warnanya menjadi lebih gelap; jika Anda menunjukkan emosi
positif, layar menjadi lebih terang.5. Ulangi. Secara
realistis, Anda tidak akan melihat hasilnya saat Anda selesai terapi.
Terapi neurofeedback sering kali memerlukan waktu antara enam dan 20 sesi, meskipun tidak ada jumlah sesi pasti yang
menjamin hasil yang bertahan lama, dan jumlah sesi akan bervariasi pada setiap
pasien.
Ø Apa
saja kelengkapan pada alat neurofeedback?



Neurofeedback Therapy (NFT) didahului dengan penilaian objektif terhadap aktivitas otak dan status psikologis. Selama terapi, sensor Electroencephalograph (EEG) akan ditempatkan di kulit kepala. Sensor EEG berfungsi untuk memantau gelombang otak. Sensor EEG tidak masuk ke kulit kepala dan tidak menimbulkan rasa sakit. Jadi, sensor khusus (Elektroda) akan dipasang di kepala atau di kulit kepala lalu dihubungkan ke perangkat elektronik sensitif dan perangkat lunak komputer yang mendeteksi, memperkuat, dan merekam aktivitas otak tertentu. EEG akan merekam aktivitas otak yang dipersentasikan dengan garis gelombang.
Informasi yang dihasilkan diumpankan kembali ke pasien yang diterapi hampir seketika dengan pemahaman konsep bahwa perubahan dalam sinyal umpan balik menunjukkan apakah aktivitas otak pasien tersebut berada dalam jarak yang ditentukan atau tidak.
Berdasarkan umpan balik ini, berbagai prinsip
pembelajaran, dan panduan praktisi, perubahan dalam pola otak terjadi dan
dikaitkan dengan perubahan positif dalam kondisi fisik, emosional, dan
kognitif.
Seringkali pasien tidak menyadarinya secara
sadar mekanisme yang digunakan untuk mencapai perubahan tersebut, meskipun pasien
secara rutin memperoleh “perasaan yang dirasakan” akan perubahan positif
tersebut dan seringkali mampu mengakses kondisi tersebut di luar sesi umpan
balik.
NFT tidak melibatkan pembedahan atau pengobatan
dan tidak menyakitkan atau menyakitkan. Bila diberikan oleh profesional
berlisensi dengan terapi yang sesuai, umumnya pasien terapi tidak mengalami
efek samping negatif.
Biasanya pasien yang terapi menganggap NFT
sebagai pengalaman yang menarik. Neurofeedback beroperasi pada tingkat
fungsional otak dan melampaui kebutuhan untuk mengklasifikasikan menggunakan
kategori diagnostik yang ada. Ia memodulasi aktivitas otak pada tingkat
dinamika neuronal eksitasi dan inhibisi yang mendasari efek karakteristik yang
dilaporkan.
Karena merupakan metode pengaturan diri, NFT berbeda dari pendekatan neuromodulasi lain yang konsisten dengan penelitian yang diterima seperti audio-visual entrainment (AVE) dan repetitive transcranial magnetic stimulated (rTMS) yang memicu respons otak otomatis dengan menghadirkan sinyal tertentu. NFT juga tidak didasarkan pada perubahan yang disengaja dalam pola pernapasan seperti respiratory sinus arrhythmia (RSA) yang dapat mengakibatkan perubahan gelombang otak. Pada tingkat neuronal, NFT mengajarkan otak untuk memodulasi pola eksitatori dan inhibitori dari rangkaian dan jalur neuronal tertentu berdasarkan detail penempatan sensor dan algoritma umpan balik yang digunakan sehingga meningkatkan fleksibilitas dan pengaturan diri dari pola relaksasi dan aktivasi.
Ø Apa
saja tahapan pemeriksaan neurofeedback therapy?
Ada beberapa proses yang dilakukan saat terapi. Pemeriksaan
neurofeedback terapi terbagi menjadi tiga tahap diantaranya sebagai berikut.
1) Tahapan Sebelum Tes
Tahap
pertama sebelum melakukan pemeriksaan EEG Biofeedback, Anda dapat memberitahu
kepada dokter perihal obat yang sedang dikonsumsi atau masalah alergi obat.
Dokter biasanya memberi tahu agar mencuci rambut sehari sebelum melakukan
terapi.
2) Tahapan Selama Tes
Tahapan
yang dilakukan selama tes berlangsung, Anda akan diminta berbaring di tempat
yang telah disediakan. Nantinya akan ada seseorang yang bertugas menempatkan
beberapa sensor di kulit kepala. Sensor ini biasa disebut elektroda yang
bertugas mengambil aktivitas dari sel-sel di dalam otak yang disebut neuron.
Aktivitas sel-sel tersebut akan dikirimkan langsung ke mesin. Hasilnya berupa
serangkaian garis yang terekam pada kertas bergerak pada layar komputer.
3) Tahapan Setelah Tes
Terakhir
tahapan setelah tes, seseorang akan bertugas untuk melepas sensor yang ada di
kepala dan membersihkan lem yang menempel. Jika tidak ada masalah dan dokter
memberikan izin Anda sudah bisa pulang maka dokter akan mengizinkan Anda untuk
pulang.
Ø Bagaimana gambaran saat sesi terapi dengan neurofeedback?



Peralatan yang dibutuhkan meliputi PC yang
berisi perangkat lunak pelatihan, keyboard, mouse, dan dua layar, DC-EEG dan
penguat sinyal bio, dan sejumlah elektroda (biasanya 7) untuk mendapatkan EEG
dan mengendalikan pergerakan mata dan otot.
Sensor, seperti contohnya, ditempelkan ke kulit kepala menggunakan pasta konduktif. Sering kali, sensor ini disebut sebagai "elektroda", tetapi dalam sebagian besar bentuk neurofeedback, tidak ada arus yang dikirim ke otak. Sebaliknya, sensor menerima aktivitas kortikal dan mengirimkannya melalui amplifier ke komputer.
4. Pengulangan Membuat Kebiasaan
Saat pola-pola listrik tersebut diulang, pola-pola tersebut menjadi kebiasaan bagi otak, sehingga pola tersebut bertahan untuk jangka waktu yang lebih lama. Setelah beberapa saat, umpan balik tidak lagi diperlukan bagi otak untuk mengulang keadaan yang telah diajarkan kepadanya.
Ø Referensi
2) https://www.ciputramedicalcenter.com/neurofeedback-therapy-untuk-adhd/#:~:text=Pernah%20dengar%20apa%20itu%20Neurofeedback,di%20klinik%20atau%20rumah%20sakit.
3) https://isnr-org.translate.goog/what-is-neurofeedback?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=sge#:~:text=Neurofeedback%20(NF)%2C%20atau%20biofeedback,mempelajari%20poin%2Dpoin%20dasar%20neurofeedback
4) https://www.sciencedirect.com/topics/medicine-and-dentistry/neurofeedback
5) https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0193953X1300006
6) https://www.forbes.com/health/mind/what-is-neurofeedback-therapy/
7) https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC4892319/
8) https://www-neurocaregroup-com.translate.goog/how-neurofeedback-works?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=sge#:~:text=Agar%20pasien%20dapat%20menggunakan%20keterampilan,pasien%20untuk%20mempelajari%20pengaturan%20diri.
terimakasih banyak kak, informasinya sangat bermanfaat
ReplyDeleteWah lengkap sekali informasinya kak. Jarang juga yang membahas alat ini. Terima kasih infonya kak👍🏻
ReplyDeletesangat menarik artikelnya kak terimakasih atas ilmunnya
ReplyDeletelengkap dan menarik sekali
ReplyDeleteGood job, semangat....!!!!
ReplyDeleteArtikel yang sangat menarik dan bermanfaat
ReplyDeletebagus banget infonyaa
ReplyDeleteIni adalah tulisan yang sangat berbobot dan mendidik dok.
ReplyDeleteInformasinya sangat lengkap
ReplyDeletesangat lengkap, terimakasih informasinya
ReplyDeleteInfo yang baik good joob
ReplyDeleteTerima kasih, menambah wawasan baru mengenai alat ini
ReplyDeleteMenarik dan mudah dipahami
ReplyDeleteAkhirna nemu juga , makasiii ka
ReplyDeleteterimakasih, sangat informatif
ReplyDeletesangat membantu pembelajaran mahasiswa elktromedik terkait alat terapi. good job.
ReplyDeletesangat lengkap dan mudah dipahami
ReplyDeleteTerimakasih informasinya🙏
ReplyDeletePembahasan yang lengkap 👍
ReplyDeletekeren dan lengkap banget, terima kasih kak
ReplyDeleteSangat keren sekali kak
ReplyDeletesangat informatif, keren kak
ReplyDeletesangat bermanfaat
ReplyDeleteBermanfaat sekali
ReplyDelete👍🏻🙏🏻⚡
ReplyDeleteHebat
ReplyDeleteMantap
ReplyDeletebagus,terimakasih atas infonya
ReplyDeleteKeren, terimakasih informasinya
ReplyDelete